Pertengahan bulan Mei selalu identik dengan semangat perubahan dan perjuangan. Hal ini tidak lepas dengan diperingatinya tanggal 20 Mei sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang telah berusia seratus enam tahun semenjak ditetapkannya. Tentu saja, nilai-nilai Kebangkitan Nasional yang diperjuangkan para pendahulu kita telah menjadi perekat jalinan persatuan dan kesatuan diantara kekuatan dan komponen bangsa. Secara sejarah, tanggal ini sebenarnya adalah tanggal berdirinya organisasi pemuda pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo pada tahun 1908. Berdirinya Budi Oetomo dianggap menginspirasi pemuda-pemuda lain untuk bergerak dan tidak lagi berjuang dengan senjata namun lebih kepada strategi dan intelektualitas. Tercatat, beberapa organisasi pemuda tumbuh berkembang setelah berdirinya Budi Oetomo, seperti Indische Partij, Sarekat Dagang Islam, dan Muhammadiyah.
Mengapa?
Momen Hari Kebangkitan Nasional pada dasarnya merefleksikan bahwa pemuda Indonesia telah banyak memberikan goresan tinta perubahan dalam perjalanan panjang dinamika bangsanya. Berdirinya Budi Oetomo tidak lepas dari inisiatif dan keresahan beberapa mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) kala itu melihat realita yang tengah terjadi di bangsanya dan tergerak untuk melakukan perubahan melalui organisasi pemuda. Tidak hanya tahun 1908, namun sejarah telah mengabadikan dan membuktikan bahwa banyak sumbangsih pemuda dalam proses tumbuh kembang Indonesia, salah satu diantaranya Sumpah Pemuda tahun 1928. Tapi sayangnya, dalam kurun waktu 68 tahun perjalanannya berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan masih saja terjadi. Beberapa tahun belakangan ini bangsa kita dilanda dengan berbagai cobaan berupa banyaknya kasus kriminal dan permasalahannya sosial yang melibatkan pemuda, menjadi salah satu contohnya dari tingkat sekolah dan pelajar, masalah kejujuran, mencontek, hingga jual beli soal UNAS masih menjadi masalah klasik. Di tingkat kehidupan masyarakat, masih banyak pemuda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan minum-minuman keras, tawuran, bermain judi, dan masalah sosial lainnya. Ini belum lagi ditambah dengan semakin menjamurnya rasa apatis dan pesimis di kalangan anak muda dalam memandang kondisi bangsanya.
Bagaimana harusnya kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional?
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-106 pada Tahun 2014 ini akan kita jadikan sebagai sebuah momentum Kebangkitan Nasional. Momentum ini ditandai dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dari pusat sampai daerah untuk terus mengokohkan, menguatkan dan memelihara semangat Kebangkitan Nasional.
Generasi muda harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan bangkit untuk mencapai prestasi yang gemilang dan juga harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan dengan memperbaiki dan meningkatkan, prestasinya.
Di momen Hari Kebangkitan Nasional juga harus menjadi bahan renungan bagi generasi muda yang akan datang. Sebab makna dari kata ‘bangkit’ disini adalah mencapai seluruh aspek kehidupan, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, mental, sosial dan budaya, serta banyak hal lainnya yang mendukung untuk tercapainya kemajuan bangsa. Dan juga kita tidak maukan 'Hari Kebangkitan Nasional' ini hanya dijadikan seremonial atau sekadar apresiasi terhadap jasa para pahlawan pada waktu itu.
"Ingat! Generasi Muda Yang Baik Adalah Awal Bangsa Yang Kokoh"
Sekedar info buat teman-teman, lomba Pekan Informasi Nasional 2014 yang diadakan oleh pemerintah Sumatera Barat. Berikut ini adalah gambaran umum dari kegiatan Pekan Informasi Nasional 2014 :
Mengapa?
Momen Hari Kebangkitan Nasional pada dasarnya merefleksikan bahwa pemuda Indonesia telah banyak memberikan goresan tinta perubahan dalam perjalanan panjang dinamika bangsanya. Berdirinya Budi Oetomo tidak lepas dari inisiatif dan keresahan beberapa mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) kala itu melihat realita yang tengah terjadi di bangsanya dan tergerak untuk melakukan perubahan melalui organisasi pemuda. Tidak hanya tahun 1908, namun sejarah telah mengabadikan dan membuktikan bahwa banyak sumbangsih pemuda dalam proses tumbuh kembang Indonesia, salah satu diantaranya Sumpah Pemuda tahun 1928. Tapi sayangnya, dalam kurun waktu 68 tahun perjalanannya berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan masih saja terjadi. Beberapa tahun belakangan ini bangsa kita dilanda dengan berbagai cobaan berupa banyaknya kasus kriminal dan permasalahannya sosial yang melibatkan pemuda, menjadi salah satu contohnya dari tingkat sekolah dan pelajar, masalah kejujuran, mencontek, hingga jual beli soal UNAS masih menjadi masalah klasik. Di tingkat kehidupan masyarakat, masih banyak pemuda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan minum-minuman keras, tawuran, bermain judi, dan masalah sosial lainnya. Ini belum lagi ditambah dengan semakin menjamurnya rasa apatis dan pesimis di kalangan anak muda dalam memandang kondisi bangsanya.
Bagaimana harusnya kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional?
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-106 pada Tahun 2014 ini akan kita jadikan sebagai sebuah momentum Kebangkitan Nasional. Momentum ini ditandai dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dari pusat sampai daerah untuk terus mengokohkan, menguatkan dan memelihara semangat Kebangkitan Nasional.
Generasi muda harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan bangkit untuk mencapai prestasi yang gemilang dan juga harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan dengan memperbaiki dan meningkatkan, prestasinya.
Di momen Hari Kebangkitan Nasional juga harus menjadi bahan renungan bagi generasi muda yang akan datang. Sebab makna dari kata ‘bangkit’ disini adalah mencapai seluruh aspek kehidupan, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, mental, sosial dan budaya, serta banyak hal lainnya yang mendukung untuk tercapainya kemajuan bangsa. Dan juga kita tidak maukan 'Hari Kebangkitan Nasional' ini hanya dijadikan seremonial atau sekadar apresiasi terhadap jasa para pahlawan pada waktu itu.
"Ingat! Generasi Muda Yang Baik Adalah Awal Bangsa Yang Kokoh"
Sekedar info buat teman-teman, lomba Pekan Informasi Nasional 2014 yang diadakan oleh pemerintah Sumatera Barat. Berikut ini adalah gambaran umum dari kegiatan Pekan Informasi Nasional 2014 :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar